Oleh: isue | April 15, 2008

Memberi tapi menyakiti

Pernahkah anda memberikan sesuatu apakah itu infaq atau shadaqah..terus habis itu merasa kita menjadi orang yang lebih baik? Atau pernahkan kita memberi sesuatu ke adik atau kakak atau siapapun terus merasa bahwa kita lebih baik dari mereka? Hingga pada satu ketika ketika adik atau orang yang kita beri tersebut membuat kita kesal atau marah maka kita kemudian mengungkit-ungkit pemberian kita tersebut.

Kalau jawabannya iya, maka anda harus berhati-hati karena Allah dengan tegas berfirman dalam Al Qur’an:

“Hai orang-orang yang beriman janganlah kalian gugurkan pahala shadaqah kalian dengan menyebut-nyebut (pemberian) dan menyakiti (hati penerima)” (Al Baqarah 264). Ayat tadi dipertegas dengan hadits dari Abu Umamah yang berkata, Nabi Shalallaahu alaihi wassalam bersabda:”Tiga perkara yang Allah tidak akan terima penolakan dan penebusan yaitu orang yang durhaka kepada orang tua, orang yang mengungkit-ungkit pemberian dan orang yang mendustakan takdir” (di keluarkan oleh Abu Ashim dan Thabrany dengan sanad Hasan)

Bayangkan, orang yang mengungkit-ungkit pemberian itu disamakan dengan orang yang durhaka kepada orang tua dan orang yang mendustakan takdir. Ahh ternyata sesuatu yang mungkin kita anggap biasa belum tentu merupakan hal yang biasa di sisi Allah…jadi hati-hati dalam bicara dan beramal.

 

 


Tanggapan

  1. menurut buku menggapai ma’rifat karya ibn athoillah ( tarekat syadziliyah) , salah satu ciri amal yang diterima adalah : “jika kita tidak ingat amal baik yang pernah kita lakukan alias lupa, berarti amal tersebut nyampe!”
    kalo kita ikhlas, kita pasti lupakan amal kebaikan kita dan yang selalu teringat adalah dosa-dosa kita


Beri tanggapan

Your response:

Kategori