Bicara tentang strategi, sudah pasti harus bicara tentang Sun Tzu dengan The Art of War nya. Buku fenomenal The Art of War sudah dipakai sejak ratusan tahun lalu hingga sekarang sebagai sebuah kitab legendaris yang berisi tentang berbagai macam strategi peperangan. Di masa sekarangpun buku tersebut laris manis menjadi buku pedoman wajib bagi para ahli strategi manapun. Tidak lengkap rasanya bicara tentang strategi apabila tidak bicara tentang Sun Tzu.
Tidak kurang ahli strategi seperti Bernard Boarpun mengutip strategi Sun Tzu dalam bukunya Art of Strategic for Information Technology. Walaupun masih ada kontroversi tentang keberadaan Sun Tzu apakah dia seorang tokoh yang real ataukah khayalan akan tetapi karya tersebut yakni Sun Tzu Bingfa telah ada sejak abad 2 SM. Cina memang negara yang luar biasa, sehingga dikatakan dalam hadits yang palsu “Tuntutlah Ilmu walaupun sampai ke negeri Cina”. Ini membuktikan bahwa orang-orang dulupun sudah ada yang menjadikan Cina sebagai referensi kebudayaan dan pengetahuan.
Bagi para penggemar cerita silat Cina, tentunya pernah membaca juga tentang Im Yang Bu Tek Cinkeng, yaitu sebuah kitab berisi strategi perang dan ilmu silat yang tidak ada tandingannya. Dalam kisah Pendekar Sakti disebutkan kitab ini dan juga dalam cerita yang lainnya, kitab ini menjadi rujukan sebagai kitab tanpa tanding. Poko’e kalau jagoannya sudah belajar dari Im Yang Bu Tek Cinkeng tentu sudah tidak akan terkalahkan lagi.
Tidak tahu, mana yang lebih sakti antara The Art of War nya Sun Tzu yang menjadi referensi strategi perang tingkat tinggi dari dulu hingga sekarang dibanding dengan Im Yang Bu Tek Cinkeng nya Kho Ping Ho.