Oleh: isue | Desember 1, 2007

Skill or Will

Ada sementara orang yang merasa susah untuk mencapai sesuatu dikarenakan kemampuan yang terbatas. Sementara itu ada pula orang yang merasa bahwa apabila ada kemauan maka sesuatu sesusah apapun bisa didapatkan. Dan saya termasuk yang kelompok kedua ini, dimana saya yakin sekali bahwa kemauan merupakan faktor terpenting untuk mencapai sesuatu.

Kemauan yang keras adalah asset yang berharga bagi orang yang mau maju dan kemudian di jabarkan dalam bentuk perbuatan ataupun usaha dan kerja keras. Nah penggabungan kedua hal ini dan sikap pantang menyerah akan bisa menghasilkan sesuatu.

Yang jadi masalah adalah banyak orang yang mudah putus asa, padahal belum berusaha sekuat tenaga. Kemudian setelah menyerah mereka menyalahkan nasib, menyalahkan kemampuan dirinya, dan yang lebih parah lagi menyalahkan orang lain. 

Seorang Winston Churchill pernah diundang untuk berbicara dihadapan ribuan mahasiswa. Setelah berdiri di podium dan ribuan mata memandangnya serta ribuan telinga dibuka lebar-lebar untuk mendengarkan petuah darinya, ternyata hanya beberapa patah kata yang dia ucapkan yakni:”Never Give Up”

Kemampuan seseorang yang biasa saja bisa sama dengan orang yang punya kemampuan lebih asalkan orang tersebut mau bekerja keras dan pantang menyerah. Ibaratnya apabila orang yang pintar dan genius hanya cukup satu kali belajar kemudian langsung bisa sementara anda harus belajar sepuluh kali baru bisa maka belajarlah sepuluh kali atau lebih agar anda bisa sama dengan orang yang genius tersebut. 

Oleh karena itu tanamkanlah sikap pantang menyerah dalam diri anda maka anda akan menjadi seorang pemenang.

Oleh: isue | Desember 1, 2007

Linguicide

Language is a method of conveying our ideas to the minds of other persons

                                                                                           Joseph Priestley

John Sutherland mengatakan dalam satu essainya bahwa bahasa mungkin struktur yang paling kompleks yang pernah ditemukan benak manusia, namun tragisnya, spesies ciptaan kita yang paling mengesankan itu sedang sekarat.

Menurut ahli bahasa asal Inggris (negeri yang terkenal dengan liga sepakbolanya), David Beckham Cryustal, sekarang ini satu bahasa asli menghilang setiap dua minggu. Pada akhir abad ini, diperkirakan 5.500 dari 6000 bahasa yang sekarang digunakan akan bergabung dengan Bahasa Latin dan Yunani sebagai “bahasa yang mati”.

Apa yang akan kita saksikan nanti adalah “linguicide” (temannya genocide), yaitu pembunuhan massal bahasa. Tidak ada kebun binatang , museum atau kuburan untuk bahasa yang mati, dan tidak ada yang lebih mirip jenazah dibandingkan bahasa yang mati. Mereka tidak bisa hidup lagi, dan faktanya adalah tidak ada pemerintah yang mau menggunakan uang pembayar pajak untuk proyek seperti itu. Selamatkan lingkungan, atau hewan langka, mungkin iya. Tapi selamatkan, katakanlah, Manx (pemakai terakhir bahasa di Isle of Man ini meninggal tahun 1974), lupakan saja.

Indonesia, negeri yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, negeri dengan keragaman suku bangsa dan budaya ini konon memiliki ratusan atau ribuan bahasa. Bahkan untuk satu pulau dari ribuan pulau yang ada, katakanlah, Irian Jaya, itu mempunyai sekitar 350 bahasa. Di Jawa, Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, dan pulau-pulau lainnya memiliki lebih dari satu bahasa.

Dari jumlah tersebut, kemungkinan besar sebagiannya dalam waktu yang tidak lama lagi akan mengalami kematian. Apalagi masyarakat penutur muda (young speakers) dari masing-masing bahasa tersebut sudah banyak dan akan semakin banyak meninggalkan bahasa asalnya. Sementara berdasarkan study bahasa ada beberapa faktor yang membuat sebuah bahasa bisa bertahan dan abadi, salah satunya adalah penutur (speakers) atau masyarakat pengguna bahasa. Keberadaan kaum muda memegang peranan yang sangat penting dalam kelanjutan dan perkembangan sebuah bahasa.

Sementara saat ini lebih banyak kaum muda yang bangga mempelajari bahasa asing dibandingkan dengan bahasa asalnya. Bahkan mereka cenderung malu apabila tidak bisa bahasa asing dibandingkan tidak bisa bahasa asalnya. Kalau kita tidak mengambil tindakan secepatnya bukan tidak mungkin Bahasa Nasional Indonesia pun akan ikut musnah.

Oleh: isue | Oktober 4, 2007

Belajar yang effektif

Sudah beberapa minggu kuliah, ternyata eh ternyata padat juga jadwal kuliahnya walaupun di KSM disebutkan masing-masing mata kuliah hanya 2 eskaes saja tapi pada praktiknya lebih dari itu. Tidak apa-apa juga, memang sudah niat kuliah yah harus dijalankan.

Yang harus disiasati adalah bagaimana mengatur waktu untuk kuliah, keluarga, kerjaan yang saya yakin tidak akan gampang. Eniwey saya juga yakin bukan hanya satu atau dua orang yang mempunyai problem yang sama akan tetapi ribuan. Kemudian bagaimana mensiasati agar belajar itu menjadi effektif mengingat yang harus dipelajari itu text book yang lumayan tebal-tebal. Apakah mesti dibaca semua buku itu atau kita pelajari yang penting-penting saja..?

Tapi tahu yang penting itu darimana kalau kita tidak pernah membaca buku tersebut semuanya..? Jadi mungkin tetap dibaca dulu seluruh buku kemudian baru dipelajari yang menjadi pointnya saja?

Atau mungkin ada cara lain yang lebih effektif lagi..??

Oleh: isue | Oktober 4, 2007

Lupa Password

Sebenarnya sudah punya blog di http://writeit.wordpress.com cuma masalahnya lupa password kemudian e-mail  yang digunakan untuk pendaftaran waktu pertama kali itu sudah di hapus accountnya, walhasil buat blog baru saja. Yang di blog lama juga sudah lama tidak di update karena sudah tidak ada internet access kecuali mesti ke warnet dulu yang jaraknya lumayan jauh dan yang terpenting mungkin karena malas saja.

Sebenarnya untuk masalah password ini sebaiknya sama untuk semua account ataukah berbeda untuk tiap-tiap account..?? Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri. Untuk yang cenderung sama bagi tiap-tiap account adalah kemudahan dalam access, sehingga kemungkinan lupa itu kecil karena seringnya dipakai (apalagi kalau account di jaringan atau e-mail yang biasa di buka tiap hari). Sedangkan kekurangannya kalau di crack orang bisa habis semua, apalagi kalau account internet banking nya kena juga.

Sementara yang cenderung berbeda itu kelebihannya mungkin dalam keamanannya dimana kalau account satu di crack orang tidak terlalu bermasalah dengan yang lain karena berbeda passwordnya. Cuma kekurangannya kita harus menghafal sekian banyak password dan kurang nyaman.

Konon waktu di kuliah EC7010 dikatakan kalau keamanan berbanding terbalik dengan kenyamanan. Dimana semakin anda ingin aman maka siap-siaplah meninggalkan kenyamanan. Kalau anda ingin nyaman maka siap-siap untuk tidak aman.

Oleh: isue | September 23, 2007

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

« Newer Posts

Kategori